Septa Store

12 Novel Tere Liye Paling Bagus dan Laris

Tere Liye adalah salah satu novelis kebanggaan Indonesia yang bisa dibilang produktif dalam menelurkan karya-karyanya yang tentu saja digemari dan populer. Popularitas lelaki kelahiran Sumatera Selatan, 21 Mei 1979 itu tak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara tetangga seperti Malaysia.

Beberapa karyanya yang pernah diangkat ke layar kaca yaitu Hafalan Shalat Delisa dan Moga Bunda Disayang Allah. Sejumlah karyanya bahkan dicetak ulang karena tinggi permintaan dari para pembaca setia novel Tere Liye.

Meskipun meraih keberhasilan dalam dunia literasi Indonesia, kegiatan menulis cerita sekadar menjadi hobinya saja. Sebab, setiap harinya Darwis Tere Liye masih bekerja di kantor sebagai seorang akuntan.

Berikut adalah novel Tere Liye paling laris (best seller) dan paling banyak digemari oleh penikmat novel Tanah Air.

1. Burlian (2009)

Tere Liye - Burlian
via dwi-yulianti.blogspot.com

Novel Tere Liye yang satu ini mengisahkan tentang Burlian, anak kampung dengan segala keriangan keluarganya. Ia bercita-cita ingin naik kapal besar keliling dunia.

Novel ini sangat cocok untuk bacaan anak-anak atau sangat cocok untuk kamu yang ingin membaca novel yang berlatar belakang kisah atau cerita tentang keluarga.

Simak juga: 

2. Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah (2012)

Novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah menceritakan tentang kisah cinta yang tidak pernah menarik perhatian. Namun ketika dikulik, cerita novel ini dapat menjadi salah satu kisah yang menarik dan unik. Kisah novel yang satu ini diklaim berbeda dengan kisah cinta pada umumnya.

3. Sunset Bersama Rosie (2008)

Sunset Bersama Rosie (2008)
via tokopedia.com

Novel ini ditulis dengan cara memberi pengertian yang berbeda, melalui sebuah kisah di pantai yang yang indah. Sederhana, namun Tere Liye berhasil membawa pembaca untuk ikut terhanyut dan berimajinasi dengan sosok bernama Rosie.

4. Kisah Sang Penandai (2007)

Kisah Sang Penandai (2007)
via avicennapasha-achi.blogspot.com

Menurut Taufik Ismail, dengan membaca karya Tere Liye ini, pembaca harus siap-siap memasuki dunia panorama samudera, gerakannya kolosal, tidak merujuk pada pilar sejarah dan geografi yang eksak, dengan plot tak terduga.

Dijamin kamu akan seperti diombang-ambingkan dalam kisah yang tak tertebak dan akan membuat kamu semakin penasaran, lembar demi lembarnya.

5. Ayahku (BUKAN) Pembohong (2011)

Novel ini berkisah kisah tentang seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Kesederhanaan yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri. Novel ini juga berkisah tentang hakikat kebahagiaan sejati. 

6. Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (2010)

Novel yang satu ini bisa dibilang merupakan novel Tere Liye yang paling laris. Dari judul yang apik, dirangkai dengan kisah yang menarik yang lagi-lagi tak biasa, membuat novel ini sayang untuk kamu lewatkan begitu saja.

7. Hafalan Shalat Delisa (2005)

Saking larisnya, novel ini sampai dijadikan film layar lebar dengan judul yang sama, Hafalan Shalat Delisa yang dirilis pada 22 Desember 2011 yang disutradarai oleh Sony Gaokasak serta dibintangi oleh Nirina Zubir dan Reza Rahadian. Seluruh pengambilan adegan film ini dibuat di Aceh.

8. Moga Bunda Disayang Allah (2005)

Moga Bunda Disayang Allah (2005)
via andikafajar56.blogspot.com 

Novel yang satu ini diangkat dari salah satu kisah yang mengharukan oleh Tere Liye, dan juga diangkat menjadi kisah layar lebar yang juga tak kalah mengharukannya. Moga Bunda Disayang Allah dijadikan film drama layar lebar Indonesia yang dirilis pada 2 Agustus 2013.

Disutradarai oleh Jose Poernomo, film ini dibintangi oleh Fedi Nuril dan Shandy Aulia sebagai pemeran utama.

9. Bidadari-Bidadari Surga (2008)

Mengisahkan kehidupan Laisa dan keluarganya di Lembah Lahambay yang tidak mudah. Sebagai anak tertua dari lima bersaudara, Laisa harus merawat ibu dan adik-adiknya, Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan Yashinta.

Ketika Dalimunthe harus menikah melangkahi Laisa, Dalimunthe merasa sangat bersalah. Dalimunthe dan semua orang sibuk menjodohkan Laisa tanpa memikirkan perasaan Laisa yang sakit setiap kali perjodohan itu gagal.

10. Rembulan Tenggelam di Wajahmu (2009)

Rembulan Tenggelam di Wajahmu (2009)
via sujianto7.blogspot.com 

Novel ini seperti mengajak para pembacanya untuk memasuki dunia fantasi Tere Liye tentang perjalanan hidup. Di sini hanya ada satu rumus: semua urusan adalah sederhana.

Selain unik, novel yang satu ini juga menjadi salah satu novel yang bisa dibilang karya terbaik dari Tere Liye. 

11. Rindu (2014)

Seperti judulnya, novel ini merupakan karya yang sangat dirindukan oleh pembaca setia Tere Liye. Novel ke-20 ini konon mengusung ide yang segar dan belum pernah ditulis di Indonesia.

Rindu mengisahkan perjalanan panjang jamaah haji asal Indonesia pada tahun 1938. Banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik dari novel ini. Tak heran jika novel ini mendapatkan predikat best seller dan dicetak dalam beberapa edisi setiap tahunnya.

12. Hujan (2016)

Hujan (2016)
via andikafajar56.blogspot.com 

Dirilis 28 Januari 2016, Hujan merupakan salah satu novel yang paling ditunggu. Novel Hujan menceritakan tentang persahabatan, cinta, perpisahan, melupakan, dan hujan.

Belum resmi dirilis saja, novel ini terjual sebanyak 20 ribu kopi. Melihat antusias para pembaca, novel Hujan berpeluang besar menyusul para pendahulunya yang sudah meraih predikat best seller. Kita tunggu saja.

Kalau favoritmu yang mana?

(tn/kr)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "12 Novel Tere Liye Paling Bagus dan Laris"

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung di blog ini. Mohon beri komentar sesuai topik yang dibahas yaa... Gunakan bahasa yang sopan, syukur-syukur bisa menambah wawasan. :D