inilah 10 fakta tentang HIV AIDS yang jarang diketahui

Banyak dari kita yang memiliki pengetahuan HIV yang tidak akurat serta cara penyebarannya, yang mengarah ke peningkatan jumlah orang yang hidup dengan HIV. Apa fakta yang jarang diketahui tentang HIV AIDS? Artikel berikut akan memberi Anda jawaban tentang masalah ini.

10 fakta tentang HIV AIDS yang jarang diketahui

fakta tentang HIV
HIV / AIDS adalah penyakit abad ini yang membuat banyak orang merasa bingung. Alih-alih takut melalaikan atau mendiskriminasikan orang sakit, melengkapi diri dengan pengetahuan dasar tentang penyakit itu penting sekarang. Kami akan mengungkapkan kepada Anda 10 kebenaran tentang HIV yang tidak Anda ketahui untuk melindungi diri sendiri secara lebih efektif.

1. Dapatkah Anda tertular HIV AIDS jika Anda dekat dengan seseorang yang mengidap HIV?

HIV hanya dapat menyebar melalui tiga jalur dasar:
·         Glukosa darah (berbagi jarum ...)
·         Penularan dari ibu ke anak
·         Seks tidak aman.
Oleh karena itu, virus HIV tidak dapat menyebar melalui kontak kulit, melalui keringat, air mata, air kencing atau bahkan air liur seperti yang dipercaya banyak orang. Anda tidak bisa terkena HIV ketika:
·         Bernafas dalam suasana yang sama dengan seseorang yang positif HIV
·         Memeluk atau berjabat tangan dengan seseorang dengan HIV (kecuali ciuman mendalam dengan gigi berdarah atau goresan di mulut)
·         Sentuh toilet atau pegangan pintu setelah orang itu tersentuh
·         Bagikan makanan dengan orang dengan HIV.
Karena kesalahpahaman inilah banyak orang melakukan diskriminasi terhadap orang yang terinfeksi HIV. Semoga, jika Anda adalah orang yang memahami informasi ini, jangan kasar, tidak sopan dan mengasingkan orang yang terinfeksi.

2. Bisakah Anda tertular HIV AIDS jika Anda menderita gigitan nyamuk?

Ini sepenuhnya salah. Anda tidak bisa terkena HIV dari nyamuk. Jika seekor nyamuk menggigit seseorang yang positif HIV dan kemudian membakar orang yang sehat, maka virus HIV tidak dapat menyebar karena nyamuk tidak transfusi darah dengan seorang teman. Namun, jika Anda membunuh seekor nyamuk yang membakar seseorang dengan HIV dan darah menjadi luka terbuka, maka risiko infeksi virus memasuki tubuh Anda dan menyebabkannya sangat tinggi.

3. Apakah mudah mengidentifikasi seseorang dengan HIV / AIDS?

Jawabannya tidak, karena gejala HIV / AIDS bervariasi dari orang ke orang. Dalam banyak kasus, setelah terinfeksi virus HIV, orang tersebut hanya akan memiliki gejala seperti flu biasa dan kemudian bebas dari gejala-gejala ini. Situasi ini akan laten bagi orang dengan HIV yang tidak terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, jika Anda memiliki gejala aneh dan merupakan anggota kelompok berisiko tinggi, sangat penting untuk melakukan tes HIV.

4. Apakah HIV akan segera menyebar ke AIDS dan akan segera mati?

HIV hanya menjadi AIDS ketika Anda tidak diobati. Pengobatan dengan obat antiretroviral (ARV) antiretroviral dapat menghentikan perkembangan HIV menjadi AIDS dan kondisinya akan membaik selama bertahun-tahun. Jika pasien bertahan, pasien tidak akan mengembangkan komplikasi terkait AIDS. Jadi, minum obat-obatan biasa sangat penting jika Anda berjuang dengan penyakit abad ini.

5. Jangan terlalu khawatir karena HIV hanya memengaruhi orang gay, pekerja seks, dan pengguna narkoba suntik.

Banyak orang berpikir bahwa HIV hanya hadir pada orang yang berhubungan seks dengan laki-laki, pekerja seks atau pengguna narkoba suntikan. Meskipun orang-orang dalam kelompok ini berisiko tinggi terinfeksi HIV, siapa pun bisa terkena virus, tidak hanya satu. Orang yang sehat masih dapat terinfeksi virus karena patogenesis penyakit. Karena itu, Anda harus sangat berhati-hati dan tidak subjektif.

6. Pengaruh obat HIV AIDS sangat kuat sehingga Anda dapat berhenti minum setelah satu periode pengobatan?

Karena obat HIV bekerja dengan cukup baik, terkadang itu membuat orang itu merasa sakit. Namun, pasien tidak boleh berhenti minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Penggunaan obat yang tidak benar akan memfasilitasi kembalinya virus ke tubuh Anda. Yang dapat Anda lakukan hanyalah berbicara dengan dokter Anda tentang efek samping dan mengusulkan untuk mengganti dengan obat lain, jika memungkinkan.

7. Bisakah terkena HIV AIDS melalui seks oral?

Meskipun tidak mungkin penularan HIV melalui seks oral dikaitkan dengan seks vaginal atau anal, Anda tidak dapat sepenuhnya menghilangkan kemungkinan tertular virus HIV melalui rute ini. Jika Anda memiliki goresan di mulut atau gigi yang berdarah.

8. Hanya orang-orang di kelas bawah dan miskin yang terinfeksi virus HIV?

HIV tidak membedakan kelas atau status sosial sama sekali. Siapa pun bisa terkena HIV.

9. Apakah penularan HIV AIDS hanya melalui berhubungan seks?

Seperti disebutkan, HIV dapat disebarkan melalui cara lain selain seks, berbagi jarum suntik dan alat suntik yang tidak sehat dengan orang-orang di tato atau bahkan transfusi darah di rumah sakit. Ibu menyusui juga bisa tanpa sadar menularkan virus ke bayi.

10. Apakah seorang anak dalam kandungan juga akan positif HIV AIDS?

Risiko penularan HIV dari ibu ke anak akan diminimalkan jika ibu terdeteksi dini. Beberapa ahli menunjukkan bahwa ibu yang HIV positif seharusnya tidak menyusui. Seperti yang direkomendasikan oleh World Health Organization, ibu yang terinfeksi HIV tidak boleh menyusui saat menerima terapi antiretroviral.
Jika Anda pernah berpikir tentang HIV, maka inilah waktunya untuk berubah pikiran. Pahami kebenaran tentang HIV sebelum terlambat. Juga, jangan lupa untuk membagikan informasi ini dengan orang yang Anda cintai dan keluarga untuk menghindari penyakit.